Penyelenggaraan Poprov II Kaltara di Malinau pada November 2026 dinilai berpotensi menggerakkan roda ekonomi warga. Pemerintah Kabupaten Malinau ingin momentum itu dimanfaatkan maksimal oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau Ernes Silvanus menyebut tingginya mobilitas atlet, official, dan tamu selama Poprov II Kaltara membuka ruang usaha bagi warga. Ia menilai momentum ini sayang jika dilewatkan begitu saja oleh pelaku usaha lokal.
Ernes berharap UMKM dapat mengisi kebutuhan di setiap venue pertandingan sesuai karakteristik masing-masing cabang olahraga. Penyediaan makanan, minuman, dan kebutuhan lain bagi atlet maupun pengunjung dapat disesuaikan dengan lokasi laga.
“Silakan diatur bersama dengan UMKM, misalnya venue voli UMKM mana, kemudian sepak bola yang mana. Kami sepenuhnya sangat mendukung,” ujar Ernes pada Lensantara, Senin, (14/9/2026), saat ditemui di Kantor Bupati Malinau.
Ia menegaskan teknis pembagian lokasi usaha itu dapat dirampungkan lebih lanjut antara panitia penyelenggara dan para pelaku UMKM. Dengan begitu, setiap venue memiliki dukungan usaha yang tepat sasaran.
Keberhasilan Porprov, menurut Ernes, tidak boleh hanya diukur dari kelancaran pertandingan dan capaian prestasi atlet semata. Ajang ini semestinya turut menghadirkan efek berantai bagi berbagai sektor usaha di Malinau.
“Harapan kita dari kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi antar-atlet, kemudian juga saling menunjukkan prestasi, tapi ada efek domino yang ditunjukkan,” katanya.
Efek domino itu, lanjut Ernes, turut menyasar warung, restoran, rumah makan, hingga jasa laundry di sekitar lokasi pertandingan. Sektor pariwisata pun diharapkan kebagian berkah dari kunjungan kontingen luar daerah.
Pemkab Malinau turut mendorong sejumlah destinasi wisata lokal menjadi pilihan kontingen dan tamu untuk beristirahat atau mengisi waktu luang. Langkah ini diharapkan memperluas manfaat ekonomi Porprov ke sektor wisata daerah.
Sebagai gambaran, Pemkab Malinau dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan pelaku UMKM, restoran, dan rumah makan menjelang pelaksanaan Porprov. Koordinasi ini untuk memastikan kesiapan pelaku usaha menyambut lonjakan aktivitas selama event berlangsung.
Aspek kebersihan, kehalalan makanan, kewajaran harga, dan ketersediaan produk menjadi perhatian utama dalam koordinasi tersebut. Standar pelayanan kepada masyarakat dan tamu Porprov diharapkan tetap terjaga selama penyelenggaraan.
“Kita harapkan masyarakat kita yang betul-betul mengambil peluang ini,” pungkas Ernes.
